Minyak jarak adalah minyak nabati yang diperoleh dari ekstraksi biji tanaman jarak (Ricinuscommunis).Dalam bidang farmasi dikenal pula sebagai minyak kastroli.Minyak ini serba guna dan memiliki karakter yang khas secara fisik. Pada suhu ruang minyak jarak berfasa cair dan tetap stabil pada suhu rendah maupun suhu sangat tinggi. Minyak jarak diproduksi secara alami dan merupakan trigliserida yang mengadung 90% asam ricinoleat. Minyak jarak juga merupakan sumber utama asam sebasat, suatu asam dikarboksilat.
Pemanfaatan minyak jarak dan turunannya (derivat) sangat luas dalam berbagai industri: sabun, pelumas, minyak rem dan hidrolik, cat, pewarna, plastik tahan dingin, pelindung (coating), tinta, malam dan semir, nilon, farmasi (1% dari total produk dunia), dan parfum.Racun ricin merupakan produk sampingan dari proses pengolahan minyak jarak.Sebagai bahan farmasi, minyak jarak atau minyak kastroli (nama yang redundan!) digunakan untuk menetralisasi rasa kembung (konstipasi) dan merangsang pemuntahan. Konsumsi tinggi (di bawah dosis letal) minyak ini pada perempuan yang siap melahirkan dapat menginduksi persalinan.Minyak jarak juga memiliki sejarah kelam dalam bidang politik karena digunakan oleh rezim fasis Italia yang dipimpin diktator Benito Mussolini untuk menyiksa penentang-penentangnya di era Perang Dunia II(wikipedia)
Minyak jarak menjadi alternatif pengganti bahan bakar minyak di massa mendatang. Sejumlah daerah di Tanah Air, seperti Nusa Tenggara Barat, kini mengembangkan minyak jarak untuk bahan campuran minyak solar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel.
Menurut Salis Aprilian, dari PT Pertamina DOH Kalimantan, tanaman jarak bisa menjadi alternatif untuk pengurangan minyak, terutama solar. ?Minyak jarak memang bagian alternatif untuk pemakaian BBM,? ujarnya dalam diskusi minyak dan gas di Jakarta, Selasa (28/3).
Saat ini, kata dia, untuk program efisiensi pemakaian bahan bakar minyak, minyak jarak menjadi salah satu alternatif. Namun, daerah yang mengembangkan minyak jarak masih sangat sedikit.Menurut Salis, jika dikelola, pemakaian minyak jarak bisa mencapai 30 hingga 40 persen dari total pemakaian bahan bakar di Indonesia.Sejumlah daerah di Tanah Air mengembangkan tanaman jarak untuk alternatif pengganti bahan bakar minyak. Di Nusa Tenggara Barat misalnya, Gubernur Lalu Serinata, telah membuat kebijakan rencana strategi (renstra) 2006 untuk program menanam jarak bagi penduduknya pada areal 430 ri.(berbagai sumber)
Saat ini, kata dia, untuk program efisiensi pemakaian bahan bakar minyak, minyak jarak menjadi salah satu alternatif. Namun, daerah yang mengembangkan minyak jarak masih sangat sedikit.Menurut Salis, jika dikelola, pemakaian minyak jarak bisa mencapai 30 hingga 40 persen dari total pemakaian bahan bakar di Indonesia.Sejumlah daerah di Tanah Air mengembangkan tanaman jarak untuk alternatif pengganti bahan bakar minyak. Di Nusa Tenggara Barat misalnya, Gubernur Lalu Serinata, telah membuat kebijakan rencana strategi (renstra) 2006 untuk program menanam jarak bagi penduduknya pada areal 430 ri.(berbagai sumber)